
Bibit Puyuh Unggul Yahya Kediri Jawa Timur - Butuh Info? Telp 082136783880 Jual Bibit Puyuh Berkualitas. Seluruh wilayah jawa bisa kirim langsung sampai kandang bayar setelah sampai. Luar jawa kirim via cargo pesawat.
Dibawah ini merupakan serba-serbi budidaya burung puyuh diawali dengan sejarah singkat burung puyuh, utama budidaya burung puyuh, beberapa jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, syarat-syarat area budidaya burung puyuh, patokan tehnis budidaya burung puyuh, hama serta penyakit burung puyuh dan seterusnya.
1. Riwayat Singkat
Puyuh merupakan type burung yang tidak dapat terbang, ukuran badan relatif kecil, berkaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dimaksud ikut Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", adalah bangsa burung (liar) yang pertama diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus di kembangkan ke seluruh dunia. sedang di Indonesia puyuh mulai diketahui, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. saat ini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yg berada pada Indonesia.
Bibit Puyuh Unggul Yahya Kediri Jawa Timur
Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur
q
082136783880


2. Sentral Peternakan
Kunci Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur serta Jawa Tengah
3. Model
Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica
4. Fungsi
- Telur serta dagingnya miliki nilai gizi serta rasa yg lezat
- Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perlengkapan rumah tangga lainnya
- Kotorannya menjadi pupuk kandang ataupun kompos yang baik bisa dimanfaatkan jadi pupuk tanaman
5. Syarat-syarat tempat
Tempat jauh dari keramaian serta pemukiman penduduk
area punya trik transportasi, terlebih arah sapronak dan jalur-jalur pemasaran
area terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan adalah daerah kerap banjir
adalah daerah yg selamanya dapatkan aliran hawa yg baik.
6. Arahan Teknik Budidaya
Penyiapan tempat serta Peralatan
Perkandangan
Dalam mode perkandangan yg perlu jadi perhatian merupakan temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukuplah 25-40 watt, sedang malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang seharusnya diatur supaya cahaya matahari pagi bisa masuk ke dalam kandang. mode kandang puyuh ada 2 (dua) jenis yang biasa diaplikasikan ialah skema litter (lantai sekam) dan skema sangkar (batere). Ukuran kandang buat 1 m 2 bisa di isi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor buat umur 10 hari hingga lepas masa anakan. paling akhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai jaman bertelur. Adapun kandang yang biasa dipakai dalam budidaya burung puyuh ialah:
Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung pada produktifitas dan potensi mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang bakal digunakan harus sesuai jumlahnya puyuh yang bakal dirawat. bagusnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.
Kandang untuk induk petelur
Kandang ini memiliki fungsi jadi kandang untuk induk pembibit. Kandang ini punyai bentuk, ukuran, dan keperluan perabotan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar akan tetapi dapat pula sama.
Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang buat anak puyuh pada usia starter, ialah mulai usia sehari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berperan untuk menjaga biar anak puyuh yg masihlah memerlukan pemanasan itu terus terlindung serta mendapat panas yang sama dengan kebutuhan. Kandang ini butuh diperlengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering dipakai adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, serta tinggi kaki 50 cm. (cukuplah berisi 90-100 ekor anak puyuh).
Kandang buat puyuh usia grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran atau peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang kebanyakan berbentuk kawat ram.
Model Kandang untuk Layer
perabotan
peralatan kandang berwujud tempat makan, tempat minum, tempat bertelur serta tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.
Yg perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai upayanya, merupakan memahami 3 (tiga) unsur produksi upaya perternakan yakni bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengurusan usaha peternakan.
Pemilihan bibit burung puyuh sesuai dengan maksud pemeliharaan, ada 3 (tiga) jenis tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:
a. Untuk produksi telur konsumsi, di ambil bibit puyuh type ketam betina yg sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, di pilih bibit puyuh jantan serta puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, diseleksi bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar bisa jamin telur tetas yang baik.
Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang serta vaksinasi terhadap puyuh perlu dijalankan sedini
mungkin.
2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dijalankan kapan saja serta kalau ada sinyal tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus lekas dikerjakan penyembuhan sama dengan arahan dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau panduan dari Poultry Shoup.
3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang bisa diberikan buat puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yakni: bentuk pallet, remah-remah serta tepung. Karena puyuh penyuka usil memtuk temannya akan punya kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali satu hari pagi dan siang. sedang puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya 1x sehari ialah pada pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan tiada henti.
4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada usia 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan lewat tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat lekas dikerjakan bila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan mengharap pertolongan panduan dari PPL ditempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada pada dekat Anda beternak puyuh.
7. Hama dan Penyakit
Radang usus (Quail enteritis)
Pemicu: bakteri anerobik yang membentuk spora serta menyerang usus, hingga muncul pearadangan pada usus.
tanda-tanda: puyuh kelihatan lesu, mata tertutup, bulu nampak kusam, kotoran berair serta mempunyai kandungan asam urat.
Pengendalian: melakukan perbaikan tata laksana pemeliharaan, dan memisashkan burung puyuh yang sehat dari yg sudah terinfeksi.
Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sukar bernafas, batuk-batuk, bersin, muncul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik terdapatnya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tdk menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
mengontrol kebersihan lingkungan serta perlengkapan yg tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yg mati lekas dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, menghambat tamu masuk lahan peternakan tiada pakaian yang mensucihamakan/ steril serta lakukan vaksinasi NCD. hingga sampai saat ini belum ada obatnya.
Berak putih / Kapur (Pullorum)
Pemicu: Kuman Salmonella pullorum serta merupakan penyakit menyerang.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
Berak darah (Coccidiosis)
Tanda-tanda: tinja berdarah serta mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
mengawasi kebersihan lingkungaan, menjaga litter terus kering;
dengan Tetra Chloine Capsule dikasihkan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dicampurkan di air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
Cacar Unggas (Fowl Pox)
Pemicu: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur serta model kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yg tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut serta farink yang seandainya dilepaskan bakal mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria serta mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
Quail Bronchitis
Yang memicu: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat amat menebar.
tanda-tanda: puyuh nampak lesu, bulu kusam, gemetar, susah bernafas, batuk serta bersi, mata dan hidung kadang mengeluarkan lendir dan kadang waktu kepala serta leher lumayan terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang layak.
Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh alami gangguan pernapasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan menyusut.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekelilingnya.
Cacingan
Pemicu: sanitasi yang buruk.
Tanda-tanda: puyuh kelihatan kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang serta pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
8. Panen
Hasil penting
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, sebagai hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen tiap-tiap hari selama waktu produksi berjalan.
Hasil Tambahan
Sedang sebagai hasil tambahan misalnya berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.
9. Saat Panen ...
10. Riset Ekonomi Budidaya
riset upaya Budidaya
Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalan + tempat minum dan makan) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
cost pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (sepanjang 60 hari) Rp. 2.981.200,-
banyaknya ongkos produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
banyaknya anak 2000 ekor (jantan dan betina)
efek mati 5%, sisa 1900
kemungkinan kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
sesudah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina serta Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor serta 71 ekor jantan (25% jantan wajar bibit) Rp. 5.264.051,-
jumlahnya biaya produksi Rp. 8.173.576,-
situasi puyuh:
Mulai usia 1,5 bulan puyuh bertelur sehari-hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan hasil dari penjualan Rp. 5.618.924,-
ongkos pemeliharaan (sampai usia 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-
Pendapatan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur serta afkiran jual Rp. 10.950.113,-
Jadi peternak semakin banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya dipasarkan dibanding menjual puyuh bibit. penelitian usaha dihitung menurut harga-harga yg laku pada tahun 1999

Bibit Puyuh Unggul Yahya Kediri Jawa Timur
Jl. Dr. Moh. Hatta No.4, Kota Blitar, Jawa Timur
082136783880


Tidak ada komentar:
Posting Komentar